Posted by: Admin | December 8, 2009

Tak Lekang Waktu

FastFood Effect

FastFood Effect

“Kita lawan Fast Food dengan Slow Food”, begitu kira-kira kampanye yang dirintis Carlo Petrini, seorang jurnalis asal Italia yang terusik dengan makin maraknya serbuan fast food di seluruh belahan bumi pada tahun 1986. Petrini boleh berbangga saat ini, karena telah begitu banyak restoran penyedia slow food yang dapat bersaing dengan gempuran fast food yang dianggap Petrini sangat merusak itu.

Kini, kerja keras itu tergambar di salah satu gerai Ayam Goreng Fatmawati di Batam. Seorang publik figur dengan bangga bersantap bersama teman-temannya di Ayam Goreng Fatmawati cabang Nagoya Hil. Bukan cuma itu, “

Hijau Daun @ Nagoya Hill

Hijau Daun @ Nagoya Hill

Hijau Daun” yang getol mengkampanyekan GoGreen, cinta lingkungan, cegah pemanasan global melalui aksi panggung-nya dalam sebuah pentas musik, tak ragu menyantap hidangan Ayam Goreng Fatmawati yang diolah dari bahan alami yang segar dan terjaga kualitasnya.

Jika para pembaca pernah nonton salah satu episode Oprah Winfrey Show di MetroTv, seorang ahli diet bahkan menerapkan kamus yang sangat sederhana untuk menjaga pola makannya agar tetap sehat. “Tanya nenek Anda, apakah nenek Anda mengetahui ada makanan tersebut saat usianya masih muda? Jika tidak, hampir dapat dipastikan bahwa makanan tersebut telah mengalami pengolahan yang menurunkan nilai nutrisi, penambahan bahan tambahan kimia dan lain-lainnya. Kesimpulannya, segera kurangi mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak Nenek Anda kenal tersebut

Deni Malik @ Nagoya Hill

Deni Malik @ Nagoya Hill

Sungguh sesederhana itu, tapi maknanya sungguh dalam. Nenek moyang kita yang belum mengenal pengawet, pewarna buatan, bahan sintetis atau apapun namanya yang ditambahkan pada saat pengolahan makanan, bukan hanya bertujuan memenuhi nafsu makannya, tetapi juga tanpa sengaja dengan pengalaman yang dimilikinya, segala khasiat dari racikannya masuk ke dalam tubuh. Masakan leluhur memang tak pernah membosankan, tak akan pernah lekang waktu, karena itu suatu hal yang sangat wajar jika kita mulai kembali ke masakan tradisi.


Responses

  1. ingin mencari pkerjaan dgan msa depan hidup inio………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: