Posted by: Admin | November 23, 2010

Di TDM-Kota Kupang, Ayam Goreng Fatmawati Segera Dibuka

SELASA, 23 NOVEMBER 2010 | 09:26 WIB
Robert Fanggidae

Robert Fanggidae

KIAT mengembangkan bidang usaha makan minum atau usaha kuliner di Kota Kupang saat ini semakin dibidik.  Wajar saja jadi bidikan karena 52 persen pendapatan masyarakat Kota Kupang lebih banyak dihabiskan untuk kebutuhan makan minum.

Demikian diungkap Robert F Fanggidae, Direktur Utama (Dirut)  PT Tanaoba Lais Manekat (TLM), saat ditemui di Kupang, Senin  (22/11/2010). Pria yang akrab disapa Roby ini mengaku usaha ini akan dikembangkan melalui koperasi karyawan BPR TLM.

“Dalam bulan Desember nanti kita akan launching RM Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta di Kupang, tepatnya di daerah Ruko Tuak Daun Merah, Oebufu. Kehadiran RM Ayam Goreng Fatmawati menjadi alternatif bagi masyarakat Kota Kupang yang ingin menikmati ayam goreng khas Fatmawati yang cabangnya sudah berkembang di puluhan kota di Indonesia,” jelas alumnus terbaik SMAK Santo Jusuf-Malang tahun 1989 ini.

Tamatan Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Gajah Mada 1995 ini mengaku pasca pembukaan RM Ayam Goreng Fatmawati di Kota Kupang, pihaknya akan mengembangkan ayam goreng dengan cita rasa khas ini ke Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat dan Atambua, Kabupaten Belu tahun 2011.

“Semua bahan, termasuk ayam dimanfaatkan dari pengusaha  lokal. Juga sayur mayurnya dibeli dari bahan lokal. Cuma bumbu  yang didatangkan khusus dari RM Ayam Goreng Fatmawati- Jakarta. Nanti kita akan selipkan makanan khas lokal sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para kuliner,” kata Roby.

Dia mengaku kehadiran RM Ayam Goreng Fatmawati-Jakarta Cabang Kupang akan menambah semarak Kota Kupang dan kota ini menjadi salah satu kota wisata kuliner.

“Banyak pelaku ekonomi di NTT mau berangkat sentralnya dari Kota Kupang. Kita manfaatkan peluang ini dengan menyiapkan makanan khas Ayam Goreng Fatmawati menjadi menu alternatif,” ujar  suami Pdt. BJ Fanggidae-Nunuhitu, M.Th ini.

Ayah dari Ariel, Abigalle dan Aron yang mampu menjadikan BPR TLM menjadi BPR terbesar di NTT sejak berdiri 2008 sampai dengan saat ini mengaku, kiatnya mengembangkan usaha  melalui koperasi karyawan TLM cuma dengan satu tekad, yakni ingin meningkatkan kesejahteraan karyawan menjadi lebih baik.

“Akan ada banyak kiat usaha yang bisa dikembangkan ke depannya. Namun semua harus melalui tahapan survai,” kata pria yang punya moto hidup takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat dan kerendahan hati mendahului kehormatan.  (ferry ndoen)

sumber : http://www.pos-kupang.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: